3 Tempat yang Bisa Kamu Kunjungi Saat Transit di Medan
- Traveloci Indonesia

- Feb 13, 2020
- 5 min read

Halo sahabat traveloci!! Ada yang berencana main ke Medan ? Tapi tidak punya banyak waktu ? Minim budget ? Tenang aja, disini Traveloci akan memberikan tempat-tempat yang wajib dikunjungi saat kamu transit/mampir di kota Medan walau hanya sebentar aja hehehe.
Namanya transit, biasanya dalam hitungan jam kan, atau paling lama 1 hari. Nah, untuk memanfaatkan waktu transit ini, kita gak harus ngeluarin budget yang banyak kok gengs!
Oh iya, pastikan waktu transit klean lebih dari 7 jam ya, soalnya waktu tempuh dari Bandara Kualanamu ke kota Medan membutuhkan waktu 2-3 jam (PP).
Kuy, langsung Traveloci bahas aja ya.
Jadi, ini terinspirasi dari sahabat Traveloci yang berkunjung ke Medan, tapi cuma untuk transit doang kurang lebih 10 jam. Kalo dipake untuk ke daerah Berastagi, Bukit Lawang, Siantar ataupun daerah lainnya, sepertinya tidak mungkin, karena akan membutuhkan banyak waktu dan tenaga, jadi kami memilih untuk berwisata di daerah kota saja.
Traveloci menyarankan sahabat sekalian untuk naik transportasi publik aja, bisa Railink Bandara maupun bus DAMRI / ALS karena harganya yang sangat terjangkau dan tujuannya pun lengkap. (Untuk lebih detail, kunjungi disini).

Nah, kalo kalian naik Railink Bandara, kalian akan turun tepat di pusat kotanya Medan, yaitu Lapangan Merdeka, tempat ini biasanya enak dikunjungi pas malem untuk nongkrong dan makan.
Traveloci menyarankan kalian untuk naik bus DAMRI aja dengan tujuan akhir Carefour (Plaza Medan Fair), karena pada jalur ini, kalian bisa langsung request ke kondekturnya untuk turun di Masjid Raya. Ongkos bus DAMRI hanya Rp 30.000 (one way).
1. Masjid Raya

Review (skala 1-5)
-Kebersihan : 5 (Kebersihan sangat dijaga, bahkan lantai luarnya pun terlihat sangat bersih)
-Keindahan : 4 (Bangunan dan arsitektur terlihat sangat indah, tapi di beberapa bagian, warna cat sudah mulai memudar, wajar, karena sesuai umurnya)
-Akses : 5 (Sangat mudah dijangkau, karena berada di jalan utama kota Medan)
-Tiket Masuk : 5 (Gratis)
SEJARAH SINGKAT
Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam sebagai pemimpin Kesultanan Deli memulai pembangunan Masjid Raya Al Mashun pada tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 Hijriah). Keseluruhan pembangunan rampung pada tanggal 10 September 1909 (25 Syaban 1329 Hijriah) sekaligus digunakan yang ditandai dengan pelaksanaan Salat Jumat pertama di masjid ini. Keseluruhan pembangunannya menghabiskan dana sebesar satu juta Gulden. Sultan memang sengaja membangun masjid kerajaan ini dengan megah, karena menurut prinsipnya hal itu lebih utama ketimbang kemegahan istananya sendiri, Istana Maimun. Pendanaan pembangunan masjid ini ditanggung sendiri oleh Sultan, tetapi konon Tjong A Fie, tokoh kota Medan dari etnis Tionghoa yang sezaman dengan Sultan Ma'moen Al Rasyid turut berkontribusi mendanai pembangunan masjid ini.
Source : wikipedia
Lokasi Masjid Raya ini berdekatan dengan Istana Maimun, hanya beberapa ratus meter saja, bisa berjalan kaki, dan ini sangat menghemat budget :D
Jika kamu beruntung, kamu akan ditawari saat di gerbang untuk ditemanin guide untuk menjelaskan tentang sejarah Masjid Raya dari awal hingga perkembangan saat ini.
Biasanya yang ditawarin untuk ditemani guide adalah bule, waktu itu kebetulan aku lagi nemenin temen bule kesana, dan mereka dengan bersemangat menawarkan jasa guiding. Nah, ini bukan semacam volunteer gitu ya, jangan lupa kalo udah selesai, kasih uang tips ya, sukarela aja :D
Karena waktu itu, kami tidak kasih uang sedikit pun dan ternyata dikejar sampai ke parkiran motor wkwkwkwk :D

Oh iya, jangan lupa kalo mau masuk ke masjid, pastikan kalian memakai pakaian yang sopan. Untuk wanita biasanya disediakan kain untuk menutup kepala hingga bagian atas badan, untuk laki-laki biasanya disediakan sarung.
2. Istana Maimun

Review (skala 1-5)
-Kebersihan : 3 (Terlihat masih banyak sampah yang berterbangan di sekitar Istana Maimun). Saran : dikenakan denda bagi wisatawan yang membuang sampah sembarangan.
-Keindahan : 4 (pemandangannya cukup bagus)
-Akses : 5 (Sangat mudah dijangkau, karena berada di jalan utama kota Medan)
-Tiket Masuk : 5 (sangat murah, hanya Rp 5.000/orang)
SEJARAH SINGKAT.
Istana Maimun adalah istana Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon kota Medan, Sumatra Utara, terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Aur, Medan Maimun, Medan.
Didesain oleh arsitek Capt. Theodoore van Erp, seorang tentara Kerajaan Belanda yang dibangun atas perintah Sultan Deli, Sultan Mahmud Al Rasyid[3]. Pembangunan istana ini dimulai dari 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891. Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan[1]. Istana Maimun terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan. Bangunan istana ini menghadap ke utara dan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan.
Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, tetapi juga desain interiornya yang unik, memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India, Belanda dan Italia.
Source : wikipedia

Bagi kalian yang ingin sewa baju ala Melayu, murah kok guys, hanya Rp 20.000 saja. Kapan lagi kan bisa berfoto seperti Ratu/Raja Melayu :D
Oh iya, perlu diketahui bahwa keluarga kerajaan masih menetap di sekitar Istana Maimun ini. Itulah mengapa ada beberapa sisi Istana Maimun yang tidak bisa diakses oleh wisatawan. Istana ini juga masih aktif digunakan untuk menggelar acara-acara agama, misalnya acara pengajian dan di bulan ramadhan biasanya akan ada buka bersama yang diselenggarakan oleh keluarga kerajaan.

Nah, kalo kalian udah sampai disini dan merasa kelaparan, jangan khawatir, karena ada banyak warung makan yang tersedia di samping Istana Maimun ini, mulai dari Sate Padang, soto Medan, ayam penyet, dan banyak pilihan lain.

Oh iya, di samping Istana Maimun ini juga ada bangunan Meriam Puntung.
Untuk masuk kesini kalian akan dikenakan tarif sukarela aja, namun bangunan ini tidak dibuka setiap saat, kadang digembok :'D
Ada legenda dibalik Meriam Puntung ini, bisa dibaca di foto bawah ini.

Dan ini penampakan meriam puntungnya..

3. Musium Tjong A Fie

Review (skala 1-5)
-Kebersihan : 5 (Kebersihan sangat dijaga disini, terbukti tidak ada sampah yang berkeliaran sepanjang perjalanan saya menjelajah tempat ini)
-Keindahan : 4 (dilihat dari luar, pemandangan musium ini biasa saja, namun di dalam ada beberapa spot foto yang bagus)
-Akses : 5 (Sangat mudah dijangkau, karena berada di jalan utama kota Medan)
-Tiket Masuk : 3 (lumayan mahal untuk harga masuk musium, Rp 35.000/orang)

SEJARAH SINGKAT.
Bangunan kediaman Tjong A Fie berada di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan, yang didirikan pada tahun 1900, saat ini dijadikan sebagai Tjong A Fie Memorial Institute dan dikenal juga dengan nama Rumah Tjong A Fie.[1][6][7] Rumah ini dibuka untuk umum pada 18 Juni 2009 untuk memperingati ulang tahun Tjong A Fie yang ke-150.[6][8]
Rumah ini merupakan bangunan yang didesain dengan gaya arsitektur Tionghoa, Eropa, Melayu dan art-deco dan menjadi objek wisata bersejarah di Medan.[1][3][7] Di rumah ini, pengunjung bisa mengetahui sejarah kehidupan Tjong A Fie lewat foto-foto, lukisan serta perabotan rumah yang digunakan oleh keluarganya serta mempelajari budaya Melayu-Tionghoa.

Saat memasuki musium ini, dari awal ditawari untuk didampingi guide atau tidak, alhasil kami memilih untuk didampingi saja, agar lebih mengetahui lebih jelas tentang sejarah rumah ini.
Design rumahnya memang sangat unik, bisa dilihat dari ruang tamunya yang terbagi menjadi 3.
-Khusus untuk tamu melayu, ruangan didesign sedemikian rupa dengan warna dominan kuning, pernak-pernik lampu, pintu, jendela dan lemarinya pun mirip dengan suasana istana maimun. Jadi, saat Keluarga kerajaan Deli datang, Tjong A Fie akan menyambutnya di ruang tamu ini.

-Khusus untuk tamu Belanda, berbeda dengan ruang tamu yang tadi, ruang tamu Belanda ini didominasi cat putih dengan perabotan impor langsung dari Eropa, suasananya dibuat sedemikian rupa agar Orang Belanda (penjajah saat itu) datang, mereka akan nyaman berada disini.

-Khusus untuk tamu keluarga (Tionghoa). untuk keseluruhan design dalam rumah, tentunya didominasi oleh perabotan khas Tionghoa, mulai dari warna merah, piring pecah belahnya, dan juga ada banyak jendela dan pintu di dalam rumah ini.

Dan ini tampak dekat piring dan peralatan makan khas Tionghoa.

Budget yang dibutuhkan.
-Transportasi :
Bus DAMRI PP Rp 60.000
Gojek dari Istana Maimun - Musium Tjong A Fie : Rp 7.000
Gojek dari Musium Tjong A Fie -Carefour : Rp 7.000
-Tiket Masuk : Rp 40.000
-Makan : Sekitar Rp 30.000
So, siapkan budget sekitar Rp 150.000 saja, kalian sudah bisa mengunjungi 3 tempat sejarah di kota Medan, menarik bukan?!
Sekian review 3 tempat yang bisa dikunjungi saat transit di Medan dari Traveloci, semoga bermanfaat :)




Comments